Yuk Berwisata Religi di Masjid Tajug Gede Cilodong Purwakarta

Masjid dengan Tajug Gede Cilodong, adalah salah satu keunikan dari masjid agung Purwakarta yang mana masjid ini persis  terletak di Jalan Raya Bungursari, mempunyai desain dan bangunan yang unik dibandingkan dengan masjid lainnya. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektar ini memiliki arsitektur yang mirip dengan masjid Wali Songo. 

Kebanyakan para warga gemar mengunjungi masjid dengan Tajug Gede Cilodong saat melakukan shalat Jumat pertama di masjid. Masjid ini terletak di tengah puluhan hektare lahan, sehingga memiliki teras yang sangat luas. 

Yuk Berwisata Religi di Masjid Tajug Gede Cilodong Purwakarta

Dari kejauhan, Tajug Gede Cilodong terlihat megah dengan tiga menara diapit tinggi. Melihat ke dalam, rona tradisional masjid terasa begitu kental. Tidak ada gelas sama sekali di masjid. 

Semua jendela ditutup dengan motif kayu jati berukir yang meninggalkan banyak lubang. Jendela-jendelanya pernah berventilasi, sehingga suasana di masjid tetap dingin meskipun cuaca di luar hangat. Meskipun mengusung konsep tradisional Sunda, teknologi modern masih digunakan di masjid. 

Misalnya, lampu persegi panjang dipasang di langit-langit masjid dalam jumlah besar. Lampu tradisional berbentuk lonceng juga dipasang di sisi jendela dan pintu. Karena itu, tempat istirahat.Selain tempat ibadah, Tajug Gede Cilodong juga bisa dijadikan tempat istirahat. Bahkan, Anda juga bisa tidur. 

Pemrakarsa dan ketua Dewan Kemakmuran Masjid Tajug Gede Cilodong, Dedi Mulyadi mengatakan, masjid yang dibangun pada 2017 akan tetap terbuka selama 24 jam.

Siapa pun dapat memasuki masjid tanpa curiga. Siapa pun bisa masuk dan tidur di masjid ini tanpa curiga.

Kami juga tidak khawatir dengan pencurian. Jika pencuri masuk, itu berarti pemerintah gagal meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, kata Dedi. Jika jemaat kehilangan ponsel atau sandal, anggap itu sedekah, lanjut Dedi, lalu tertawa.

Masjid ini juga dilengkapi dengan karpet beludru yang cukup tebal dan lembut. Karpet ini menutupi seluruh lantai masjid. Keset memberikan kenyamanan bagi peziarah yang berdoa.

Selain itu, kain merah putih disebarkan di atas karpet untuk bersujud. Warna merah dan putih, tentu saja, adalah simbol dari bendera merah dan putih. 

Filsafatnya adalah bahwa orang-orang terus mempraktikkan penyembahan kepada Allah, tetapi jangan lupa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sembilan Bubuk dan Muezzin Fitur unik lain dari Tajug Gede Cilodong adalah jumlah bubuk sebanyak 9 buah. 

Gendang dilengkapi dengan kentung dan dipukul sebelum panggilan untuk sholat dimulai. Sembilan penabuh genderang ini ditempatkan secara berurutan di teras selatan masjid. Drum terbesar ditempatkan di tengah. 

Setiap drum ditabrak oleh orang yang sebelumnya dilatih sebelumnya. Ketika waktu shalat Jumat tiba, sembilan drum dipukul secara bersamaan. Setelah itu, muazin mengulangi panggilan untuk berdoa. Sebagai debu, jumlah muazin adalah 9 orang, sesuatu yang tidak biasa. Jumlah muazin lebih dari satu orang mirip dengan yang terjadi di masjid Cirebon. 

Hanya saja, di masjid Cirebon, jumlah muazin adalah 7 orang dan tradisi itu dilakukan sejak masjid didirikan pada 1498. Presiden DKM Dedi Mulyadi mengatakan bahwa angka 9 adalah angka lebih tinggi. Selanjutnya, nomor 9 adalah simbol Wali Songo, penyebar agama Islam di Jawa pada abad ke-14. 

Nomor sembilan adalah angka tertinggi. Saya berangkat dari kosmologi Wali Sembo atau Wali Songo. Nah, khatib, muezzin dan pendeta di sini memakai pakaian khusus. Bahasa Sunda, kata mantan bupati Purwakarta dalam dua periode ini.

Dedi menambahkan, untuk khotbah Jumat, setiap minggu menggunakan bahasa yang berbeda. Misalnya, hari Jumat minggu ini menggunakan bahasa Sunda, minggu depan bahasa Indonesia, kemudian bahasa Jawa, dll. Tujuan wisata Selain beribadah, Tajug Gede Cilodong juga memiliki potensi untuk menjadi tujuan wisata. 

Dedi mengatakan kantornya akan membangun fasilitas menarik di sekitar kompleks masjid. Fasilitas yang dimaksud adalah air mancur, warung kuliner, pertanian, fasilitas olah raga dan lainnya. 

Semoga fasilitas ini dapat menarik pengunjung, baik di dalam maupun di luar kota. Tajug Gede juga akan menjadi tempat peristirahatan. Selain itu, lokasinya dekat dengan pintu tol Cikopo, kata Presiden DPD Golkar Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *