Kisah Awal Umroh Rasulullah

Pada tahun 6 Hijriyah / 628 Masehi. Nabi Muhammad mendapatkan instruksi dari Allah SWT hendak menunaikan ibadah haji bersama para rombongannya sekitar 1500 sahabat. Mereka berangkat menuju Makkah dengan menggenakan baju ihram dan membawa binatang-binatang qurban untuk disembelih disana.

 Akan tetapi di tengah perjalanan ibadah haji, mereka terbendung oleh kaum musyrikin quraisy di Hudaibiyah yang sudah terjaga untuk menghadang rasulullah dan rombongan haji supaya mereka tidak bisa via untuk pergi ke makkah.

 Dikala itu Rasulullah tidak mengharapkan terjadi peperangan, oleh sebab itu Rasulullah dan para sahabat bernegosiasi untuk mengerjakan sebuah perjanjian, yang diketahui dengan perjanjian Hudaibiyah.

 Isi perjanjian hudaibiyah sebagai berikut :

“Dengan nama Yang. Ini perjanjian antara Muhammad dan Suhail bin Amr

1.            Tidak ada peperangan dalam rentang waktu 10 tahun

2.            Siapa yang berkeinginan memilih  Muhamma dibolehkan secara bebas. Dan siapapun yang emilih mencontoh Quraisy, dibolehkan secara bebas.

3.            Seorang pemuda, yang masih berayah atau berhantu, kalau mencontoh Muhammad tanpa izin, karenanya akan dikembalikan lagi ke ayahnya dan penjaganya. Kalau seorang mencontoh Quraisy, karenanya dia tidak akan dikembalikan.

4.            Tahun ini Muhammad akan kembali ke Madinah. Tetapi tahun depan, mereka bisa masuk ke Makkah, untuk mengerjakan tawwaf disana selama 3 hari.

5.            Selama tiha hari itu, penduduk Quraisy akan mundur ke bukit-bukit. Mereka haruslah tidak bersenjata ketika menjelang Makkah.

 Akan tetapi sesungguhnya perjanjian hudaibiyah banyak diprotes oleh para sahabat. Tetapi Rasulullah memiliki anggapan lain. Salah satu bukti dari keberhasilan Rasulullah dalam menyetujui perjanjian hudaibiyah yaitu diakuinya penduduk madinah oleh kaum Quaraisy. Otomatis ketika penduduk Madinah menjadi punya undang-undang sendiri dan diakui oleh oleh kaum kaum lainnya. Selain itu umat Islam bebas dalam menunaikan ibadah dan tidak mendapatkan terror dari kaum kafir Quraisy.

 Dan ketika perjanjian Hudaibiyah ternyata dilanggar oleh kaun Quraisy, kaum muslimin bisa membalasnya dengan penaklulan kota Makkah (Fathul Makkah) pada tahun 8 Hijriyah / 630 M. pada ketika itu kaum muslimin berpasukan sekitar 10.000 orang. Setibanya di Makkah. Mereka cuma menemui sedikit halangan. Sesudah itu, mereka meruntuhkan semua symbol keberhalaan di depan Ka’bah

Umroh nabi dan para rombongan temannya

Nabi Muhammad beserta rombongan para sahabat menjelang Ka’bah dan lantas mengerjakan thawaf 7 kali putaran mengitari Ka’bah, kemudian Rasulullah mengerjakan sholat di makam nabi Ibrahim dan minum air zam-zam, selepas itu mengerjakan sa’I dari bukit shafa ke bukit marwah dan terakhir Rasulullah mengerjakan tahallul atau mencukur sebagian rambut.

 “Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengerjakan umroh sebanyak empat kali. Umroh Hudaibiyah, umroh Qadha, umroh Ji’narah dan keempat yang bersama dengan proses haji beliau”

Adapun prasyarat untuk bisa mengerjakan ibadah umroh:

1.            Beragama Islam

2.            Sudah baligh dan berakal

3.            Muslim merdeka

4.            Memiliki kecakapan dalam hal ini bekal dan kendaraan

5.            Adanya prasyarat diantar mahram bagi wanita yang berkeinginan mengerjakan ibadah umroh

Hal-hal yang perlu dipandang dalam mengerjakan ibadah umroh yaitu :

1.            Kalau meninggalkan rukun umroh yaitu ihram, thawaf dan sa’I karenanya umrohnya tidak resmi dan wajib diulangi

2.            Kalau meninggalkan kewajiban umroh yaitu mengerjakan ihram ketika menjelang miqat dan bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut, karenanya ibadah umroh konsisten resmi dan kesalahan tersebut bisa dibayar dengan DAM/denda

3.            Kalau mengerjakan jima’ (berkaitan suami istri) sebelum tahallul karenanya wajib membayar seekor kambing fatwa ibnu abbas

 Perkembangan umroh kini

 Dikala ini, tercatat ada 906 PPIU atau biro travel penyelenggara umrah di Indonesia. Ratusan PPIU itu kini tengah dinilai izinnya oleh Kementerian Agama RI., akan tetapi kini kian maraknya kasus penipuan tour dan travel yang merugikan calon jama’ah.

Seperti dalam kasus First Travel, jaksa penuntut awam sudah mendakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

 Ketiganya didakwa mengerjakan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 calon jemaah hendak menerapkan jasa biro perjalanan mereka. Ketiga orang itu dianggap menerapkan dana calon jemaah sebesar Rp 905 miliar. First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp 14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jemaah akan diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi. Tetapi, pada kenyataannya, sampai dua tahun berlalu, para korban tidak kunjung diberangkatkan. Dan kesudahannya kemenag sudah banyak menutup tour dan travel yang terjangkit kasus penipuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *